Gubernur Mediasi Penyelesaian Bentrok Desa Tetangga Di Malteng | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Gubernur Mediasi Penyelesaian Bentrok Desa Tetangga Di Malteng


AMBON - BERITA MLUKU.
Respon cepat Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dalam menyelesaikan bentrokan warga antar dua desa, Tulehu dan Tial Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).


Didampingi Kapolda Maluku Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan dan Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura Brigjen TNI Julius Joly Suawa, Gubernur mediasi persoalan yang terjadi antar kedua Negeri yang menelan satu korban jiwa dan tiga luka-luka.


Tulehu menjadi Negeri pertama yang didatangi Gubernur. Dialog dilakukan bersama Raja, pemerintah negeri (Pemneg), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda Negeri setempat. 


Umumnya, aspirasi dan permintaan masyarakat Tulehu ada dua yaitu menyerahkan seluruh upaya penegakkan hukum terkait persoalan pembacokan kepada aparat kepolisian. Serta menjamin tidak akan melakukan tindakan-tindakan lain diluar yang bertentangan dengan hukum. 


Kurang lebih 1 jam di Tulehu, Gubernur, Kapolda dan Kapoksahli Pangdam giliran melakukan dialog dan mediasi persoalan yang sama di Balai Desa Tial. 


Di Negeri tetangga, Raja, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat setempat hadir langsung menyampaikan aspirasi dan permintaan. 


Mereka berharap, kehadiran Gubernur dan Kapolda serta jajaran bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi agar tidak terulang di kemudian hari. Salah satunya pelaku pembacokan bisa diproses hukum sesuai perbuatan yang dilakukan.


"Ini persoalan bukan antar Negeri, tapi orang per orang yang membuat nama Negeri terbawa-bawa. Kami harapkan tidak terulang lagi dan pelaku pembacokan bisa ditangkap dan diproses hukum. Kamtibmas menjadi tanggungjawab bersama, bukan saja aparat kepolisian," sebut salah satu tokoh pemuda Tial. 


Sama halnya di Tulehu, Gubernur di Tial juga tegaskan, persoalan yang terjadi murni kriminal dan merupakan ranah aparat keamanan dalam hal ini kepolisian untuk menanganinya. Karena itu diharapkan masyarakat kedua Negeri tetap tenang dan tidak terprovokasi.


"Saat ini kita masih dalam suasana merayakan Lebaran Idul Fitri. Ini hari kemenangan yang harus dimaknai dengan saling memaafkan, bukan sebaliknya saling mendendam. Serahkan sepenuhnya penanganan hukum ke Polda Maluku dan Polresta Ambon," harap Lewerissa. 


Sesungguhnya tambah Gubernur, siapapun tidak ingin persoalan yang sama terulang termasuk dirinya selaku kepala daerah. Sebab itu dirinya meminta kerjasama baik dari pemerintah negeri, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta masyarakat agar bekerjasama menjaga wilayah masing-masing. 


Sebagai bentuk kepedulian dan perhatiannya, Gubernur tegaskan, akan langsung membantu dari kantong pribadi untuk membiayai pemakaman korban meninggal dan biaya perawatan di rumah sakit bagi korban luka-luka.


"Untuk biaya pemakaman korban meninggal dan perawatan korban luka-luka di rumah sakit saya tangani langsung. Saya berharap, kita semua komitmen bersama untuk tetap jaga kondusifitas keamanan masing-masing. Sebab persoalan Kamtibmas bukan saja tanggungjawab aparat keamanan, tapi kita semua," pinta Lewerissa. 


Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan meminta masyarakat di kedua negeri untuk melawan hoax yang beredar di media sosial pasca kejadian. Apakah itu terkait pemblokiran jalan dan sebagainya.


"Saat ini situasi sudah aman dan kondusif. Semua hoax harus dilawan. Masyarakat jangan mau diadu domba. Menjaga keamanan jadi tugas bersama dengan masyarakat, bukan saja aparat kepolisian," jelas Kapolda. 


"Ada apa-apa segera koordinasi, komunikasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Sehingga langkah preventif bisa kita ambil segera. Saya janji akan sering-sering ke Tial dengan pa Kapolresta, karena alam disini suguhkan keindahan dan kenyamanan," pungkas Jenderal Eddy. 


Sebelumnya diketahui, bentrokan antarwarga kembali terjadi di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Insiden ini libatkan oknum warga Tulehu dan Tial, Senin (31/3) sekitar pukul 15.45 WIT, dipicu aksi penganiayaan terhadap seorang warga Desa Tial.


Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat tiga oknum pemuda asal Tulehu diduga menyerang seorang warga Tial, SL dengan senjata tajam. Akibat serangan itu, korban alami luka serius dan harus dilarikan ke RS Leimena guna mendapat perawatan medis.


Peristiwa ini memantik kemarahan warga Tial. Massa dari Desa Tial bergegas mengejar para pelaku hingga ke kawasan SMP Negeri 27 Tial. 

Situasi pun memanas hingga berujung aksi pembacokan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. 


Seorang pemuda Tulehu, RO meninggal dunia dalam insiden ini. Sementara dua lainnya, JM dan AS mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.


Peristiwa 6524800527154461782
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# ANEKA

Indeks