Figur Baru Dirut PT. Bank Maluku-Malut Tergantung Pemilik Saham
http://www.beritamalukuonline.com/2016/06/figur-baru-dirut-pt-bank-maluku-malut.html
BERITA MALUKU. Rencana pemilihan figur baru yang akan dipercayakan menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT. Bank Maluku-Maluku Utara pascapenetapan dan penahanan Idris Rolobessy sebagai tersangka oleh kejaksaan tergantung para pemilik saham.
"Sekarang yang menjadi Plt Dirut Bank Maluku adalah Burhanuddin Waliulu dan rencananya pada 17 Juni 2016 akan dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)," kata Komisaris PT. Bank Maluku-Malut, Izak Saimima di Ambon, Rabu (8/6/2016).
RUPS ini akan memilih serta menetapkan calon Dirut PT. BM - Malut yang baru, dan prosesnya tetap berjalan tanpa harus menunggu adanya keputusan hukum tetap di pengadilan atas Idris Rolobessy.
"Lokasi RUPS belum diketahui. Namun, kemungkinan berlangsung di Jakarta dan pastinya ada calon yang diproses sebagai Dirut dan itu semua tergantung pemegang saham," ujar Izak.
Idris Rolobessy adalah mantan Direktur Umum PT. BM-Malut dan sekarang menjadi Dirut BUMD milik Pemprov Maluku tersebut.
Namun yang bersangkutan dijadikan tersangka dan ditahan penyidik Kejati Maluku sejak Rabu, (1/6) bersama tersangka PRT alias Petro yang merupakan mantan Kepala Divisi Korsek dan Renstra Bank Maluku.
Penetapan tersangka Idris dan Petro berdasarkan surat Kajati Maluku nomor B417/s.1/SB.1/03/2016 tanggal 29 Maret 2016.
Surat perintah penahanan dari Kajati Maluku untuk tersangka IR nomor print 02/S.1/FD.1/06/2016 tanggal 1 Juni 2016 dan tersangka PRT nomor print 03/S.1/FD.1/06/2016 tanggal 1 Juni 2016 dimana keduanya ditempatkan di Rutan kelas II Ambon di Waiheru.
Selain IR da PRT, jaksa juga telah menitipkan tersangka lainnya berinisial HT, pemilik PT. Harves dan merupakan rekanan PT. BM-Malut ke Rutan Waiheru karena diduga memiliki keterlibatan secara langsung dalam dugaan penyalahgunaan anggaran pembelian lahan dan gedung untuk dijadikan kantor cabang di Surabaya.
"Sekarang yang menjadi Plt Dirut Bank Maluku adalah Burhanuddin Waliulu dan rencananya pada 17 Juni 2016 akan dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)," kata Komisaris PT. Bank Maluku-Malut, Izak Saimima di Ambon, Rabu (8/6/2016).
RUPS ini akan memilih serta menetapkan calon Dirut PT. BM - Malut yang baru, dan prosesnya tetap berjalan tanpa harus menunggu adanya keputusan hukum tetap di pengadilan atas Idris Rolobessy.
"Lokasi RUPS belum diketahui. Namun, kemungkinan berlangsung di Jakarta dan pastinya ada calon yang diproses sebagai Dirut dan itu semua tergantung pemegang saham," ujar Izak.
Idris Rolobessy adalah mantan Direktur Umum PT. BM-Malut dan sekarang menjadi Dirut BUMD milik Pemprov Maluku tersebut.
Namun yang bersangkutan dijadikan tersangka dan ditahan penyidik Kejati Maluku sejak Rabu, (1/6) bersama tersangka PRT alias Petro yang merupakan mantan Kepala Divisi Korsek dan Renstra Bank Maluku.
Penetapan tersangka Idris dan Petro berdasarkan surat Kajati Maluku nomor B417/s.1/SB.1/03/2016 tanggal 29 Maret 2016.
Surat perintah penahanan dari Kajati Maluku untuk tersangka IR nomor print 02/S.1/FD.1/06/2016 tanggal 1 Juni 2016 dan tersangka PRT nomor print 03/S.1/FD.1/06/2016 tanggal 1 Juni 2016 dimana keduanya ditempatkan di Rutan kelas II Ambon di Waiheru.
Selain IR da PRT, jaksa juga telah menitipkan tersangka lainnya berinisial HT, pemilik PT. Harves dan merupakan rekanan PT. BM-Malut ke Rutan Waiheru karena diduga memiliki keterlibatan secara langsung dalam dugaan penyalahgunaan anggaran pembelian lahan dan gedung untuk dijadikan kantor cabang di Surabaya.