DPRD Ternate Minta Pencegahan Kebakaran Hutan Jadi Perhatian Bersama
http://www.beritamalukuonline.com/2016/02/dprd-ternate-minta-pencegahan-kebakaran.html
Ilustrasi |
"Pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus menjadi perhatian utama bersama," kata Ketua DPRD Kota Ternate, Merlisa Marsaoly di Ternate, Kamis (4/2/2016).
Di mengatakan, kebakaran hutan yang terjadi di Kota Ternate baru-baru ini cukup serius dan menyebabkan petani mengalami kerugian dan aktivitas penerbangan terganggu.
"Dampak kebakaran hutan tersebut mengganggu aktivitas penerbangan dari dan ke Ternate, sehingga terjadi keterlambatan penerbangan berimbas pada kegiatan ekonomi," katanya.
Bahkan, kerugian ekonomi maupun non ekonomi, menurut Merlisa akibat tanaman produktif seperti cengkeh, pala, kayu manis maupun pohon kelapa terbakar serta calon penumpang menunggu berjam-jam di bandara.
"Kasus ini perlu mendapat perhatian Sekretariat Penanganan Pengaduan kasus Lingkung an Hidup dan Kehutanan, terutama mengalokasi anggaran untuk peremajaan tanaman produktif yang terbakar itu," katanya.
Merlisa sudah menyampaikan hal itu saat memimpin komisi III DPRD menyambangi Sekretariat Penanganan Pengaduan Kasus Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Selasa (26/1) lalu.
Menanggapi hal itu, Kasubdit Penanganan Lahan Kebakaran Hutan, Ditjen PKHL-PPI KLHK, Untung Suprato, mengatakan, sudah ada Instruksi Presiden (Inpres) RI nomor 11 tahun 2015 mengenai masalah tersebut.
"Pencegahan dengan memantau kondisi hutan melalui Sipongi.Menlhl,go.Id, keluar data peta kerawanan hutan dan lahan serta pencegahan yang harus menjadi perhatian utama kita bersama," katanya.
Sedangkan, anggaran peremajaan tanaman produktif itu, tambah Hendra, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran tahun 2015 sebesar Rp 1,6 miliar ke Kota Ternate, namun, untuk tahun 2016, belum dirinci alokasi anggarannya.